Selamat datang di Situs Wiki Cipta Media Seluler
Didukung oleh:
Cipta media organisasi pendukung.png


Temukan Cipta Media Seluler di Twitter @ciptamedia Facebook: Cipta Media Seluler | Situs web: Cipta Media seluler


Peta Persampahan Bandung/Laporan

Dari Wiki Cipta Media Seluler
Langsung ke: navigasi, cari
EnglishBahasa Indonesia


Laporan Narasi Pertanggungjawaban Hibah


Peta Persampahan Bandung

Wikimedia Indonesia

Instruksi untuk mengisi laporan penerimaan hibah

Wikimedia Indonesia mengharuskan seluruh penerima hibah melaporkan kegiatan mereka dalam bentuk laporan naratif dan laporan keuangan berdasarkan Perjanjian Penerima Hibah Cipta Media Seluler yang telah disepakati kedua belah pihak. Laporan naratif disarankan dalam bentuk lima hingga tujuh halaman.

Laporan dapat dikirimkan melalui surel atau dokumen asli

Penerima hibah : Christian Natalie (Bebas Sampah: Greeneration, YPBB, dan Ikatan Alumni TL-ITB)
Periode Laporan : 20 Agustus 2014 hingga 01 Maret 2015
Proyek : Peta Persampahan Bandung


1. Pembelajaran

Silahkan tuliskan pembelajaran, acara-acara yang anda buat/ alami yang dapat membuat perubahan dalam satu tahun kedepan sebagai hasil dari upaya upaya yang anda buat dibawah hibah yang anda terima, perubahan-perubahan yang anda percaya dapat membatu organisasi/ komunitas anda mencapai tujuan-tujuannya dan/ atau kesulitan dan tantangan yang tidak anda perkirakan yang anda temukan dalam periode pelaporan hibah ini.

Dalam periode pelaporan ini, sesuai pelaporan keuangan yang kami lampirkan juga kami membuat beberapa kegiatan atau acara dalam mencapai tujuan proyek ini.

  1. Pertama, rapat kerja rutin dwi-mingguan yang kami buat dalam tim eksekutif dan setiap dua bulan sekali membuat rapat kerja bersama tim eksekutif dan ‘board’. Namun pekerjaan teknis proyek yang banyak di lapangan dan dinamis, membuat penentuan jadwal rapat menjadi sulit sehingga beberapa kali tidak dapat rutin sesuai perencanaan. Namun setelah melakukan evaluasi bahwa beberapa target kami tidak tercapai, sehingga kami lebih fokus kembali internalisasi di tim dalam bentuk rapat rutin kembali, sehingga saat ini kami mengadakan rapat tim eksekutif satu minggu sekali, dan juga rapat bersama ‘board’ satu minggu sekali dalam waktu yang berbeda. Hal ini membuat komunikasi lebih lancar dan tantangan kerja dapat didiskusikan bersama antar divisi dalam tim, sehingga memperkaya solusi.
  2. Kami juga membuat kegiatan kompetisi pembuatan logo proyek ini, yang dinamakan ‘Bebas Sampah ID’. Kami bekerjasama dengan mitra bernama ‘Sribu.com’ dan berhasil mengumpulkan 132 logo yang akhirnya kami pilih salah satunya dan dipakai menjadi logo proyek ini. Kegiatan ini sekaligus mempublikasikan proyek ini secara tidak langsung ke publik, dalam metode yang dikenal dengan ‘crowd-sourcing’. Selain kompetisi logo, kami juga memakai metode tersebut dalam kegiatan pencarian 20 surveyor data untuk proyek, yang kami namakan ‘Detektif Bebas Sampah’.
  3. Selama hampir sebulan kami mempublikasi, terdaftar 30 orang yang kami wawancara dan akhirnya memilih 20 orang sebagai Detektif tersebut. Kegiatan-kegiatan tersebut memberi pelajaran bagi kami juga dalam mempublikasikan lebih baik lagi dan aktif, khususnya dalam media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram yang telah kami buat.
  4. Kegiatan terakhir yang dapat disampaikan dalam periode ini yakni presentasi kepada Pemerintah Kota Bandung beserta jajarannya pada tanggal 20 Februari 2015 di Balai Kota Bandung. Kegiatan ini awalnya kami targetkan sebagai konferensi pers termasuk ke publik juga, namun setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota, mereka mengusulkan untuk dipresentasikan di jajaran mereka dulu dalam kegiatan internal mereka, yakni bertepatan dengan Audiensi Pemantauan Adipura yang turut dihadiri oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI). Dalam kegiatan ini kami mendapat banyak pembelajaran dalam koordinasi dengan Pemerintah Kota dan juga sebagai jembatan untuk koordinasi lebih lanjut hingga saat ini. Dalam prosesnya dalam kegiatan ini pun, kami juga melakukan kegiatan-kegiatan audiensi dengan Pemerintah Kota maupun KLHK-RI tersebut, dan mereka sangat mendukung proyek ini namun perlu mendapat gambaran keseluruhan hingga proyek ini dapat selesai terlebih dahulu.

2. Aktivitas/ Isu yang Anda usung dan mencoba atasi

Berikut adalah aktivitas dan isu-isu yang anda masukkan pada permohonan hibah anda:

  1. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
    a. Menyediakan sistem piranti lunak SMS gateway yang menggunakan konsep registrasi terlebih dahulu sehingga tidak akan membuat pesan spam. Sistem ini akan menjadi wadah masyarakat yang aktif memberikan informasi secara periodik terkait persampahan di kawasannya. Sistem ini juga akan mendiseminasikan informasi edukasi praktek pengelolaan sampah rumah tangga/kantor/komunitas yang benar, khususnya ke arah pengurangan sampah di sumber.
    b. Menyediakan aplikasi mobile Peta Persampahan sebagai wadah pemetaan interaktif serta partisipatif antar warga untuk mengoleksi data-data informasi persampahan di kota Bandung, melalui foto, titik lokasi dan informasi tempat yang dipetakan tersebut.
    c. Membuat Portal website Peta Persampahan untuk memuat informasi publik yang berguna dari SMS gateway dan aplikasi mobile yang telah didapatkan dan diverifikasi, termasuk letak lokasi-lokasi fasilitas yang bisa menunjang, seperti: lokasi pembelian takakura, lokasi wilayah bebas sampah untuk percontohan komunitas, dll.
    d. Melatih masyarakat untuk memanfaatkan informasi dalam sistem piranti lunak dalam melakukan berbagai aksi riil secara mandiri untuk membantu meningkatkan kinerja persampahan.
  2. Rendahnya akuntabilitas pemerintah dalam layanan sampah.
    a. Mekanisme umpan balik dari masyarakat menjadi mudah dan diperhatikan oleh pemerintah untuk mengkoordinasikan umpan balik masyarakat, dalam bentuk adanya satuan-satuan informasi akurat dalam piranti lunak.
    b. Terdesiminasikannya informasi mengenai sampah Bandung secara meluas.
    Promosi melalui berbagai media (media massa, media sosial dan media cetak), termasuk sebuah kegiatan seminar kick off sosialisasi Workshop penggunaan perangkat lunak sekagus eksplorasi kolaborasi pemanfaatannya dengan berbagai aktor di dunia persampahan (LSM, pemerintahan, swasta dll)
    Pelatihan bagi para agen perubahan masyarakat terntang pengembangan pengelolaan sampah secara mandiri dengan memanfaatkan perangkat lunak ini.
    Pembuatan e-book dan media interaktif tentang penggunaan perangkat lunak ini.
    c. Terdatanya komplain dan input dari masyarakat.
    d. Secara rutin melakukan pengecekan kinerja persampahan melalui semacam survey terbatas kepada target group representasif dari masyarakat.
    e. Dewan Sampah terbentuk untuk merespon masukan dan umpan balik dari masyarakat untuk perbaikan sistem persampahan.

Output dari kegiatan ini adalah:

  1. Terbangun dan berjalannya sistem piranti lunak SMS gateway.
  2. Terbangun dan berjalannya sistem piranti lunak aplikasi mobile.
  3. Terbangun dan berjalannya portal informasi website Peta Persampahan.
  4. Bahan promosi melalu media (artikel koran, leaflet, e-book, media interaktif penggunaan perangkat lunak, dll)
  5. Kegiatan promosi untuk meningkatkan jumlah pengguna piranti lunak.
  6. Terbangunnya Resource Centre isu persampahan bervisi desentralisasi, berbasis masyarakat dan zero waste.

Aktivitas dan isu yang anda atasi

Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Kami sudah membuat portal daring situs www.bebassampah.id yang diluncurkan secara terbatas (soft-launch) terlebih dahulu sejak 20 Februari 2015. Pada tanggal 5 Juni 2015 kami akan luncurkan secara final. Saat ini kami sudah membuat SMS Center dengan nomor 0822-1000-7474 yang akan menjadi wadah masyarakat yang aktif memberikan informasi secara periodik terkait persampahan di kawasannya. Sistem piranti lunak SMS tersebut masih dikembangkan juga dan akan bersamaan diluncurkan bersama situs, konsepnya registrasi terlebih dahulu sehingga tidak akan membuat pesan liar.
Rendahnya akuntabilitas pemerintah dalam layanan sampah.
Situs www.bebassampah.id masih dalam tahap pengembangan dalam konten yang akan memuat kinerja persampahan oleh pemerintah dalam layanan sampah Audiensi dengan perwakilan-perwakilan Pemerintah Kota Bandung sudah 5 kali pertemuan.
Output dalam periode ini yang telah kami buat
  1. Terbangun dan berjalannya sistem piranti lunak SMS gateway;
  2. Terbangun dan berjalannya portal informasi website Peta Persampahan;
  3. Bahan promosi melalu media: brosur dan poster digital dan video sebagai media interaktif penggunaan perangkat lunak; dan
  4. Kegiatan promosi untuk meningkatkan jumlah pengguna piranti lunak.


3. Indikator sukses anda dalam permohonan hibah

Untuk mengukur keberhasilan program maka dirumuskan hasil dan indikator sebagai berikut:

  1. Meningkatnya jumlah dan kualitas pertukaran informasi dan data melalui piranti lunak yang berdampak juga pada meningkatnya jumlah serta keterlibatan agen perubahan di masyarakat & kualitas koordinasi antar agen perubahan tersebut, khususnya terkait perbaikan sistem persampahan (self-organized).
    1. Jumlah masyarakat yang berpartisipasi memberikan masukan melalui survey berkala setiap 3 bulan minimal 150 orang, 50% diantaranya adalah perwakilan komunitas, hingga akhir tahun proyek.
    2. Adanya bahan promosi melalu media (artikel koran, leaflet, buku elektronik, media interaktif penggunaan perangkat lunak, dan lainnya).
    3. Terjadinya kegiatan-kegiatan promosi sekaligus sosialisasi Gerakan (seminar, lokakarya, pelatihan).
  2. Terbangun dan berjalannya fungsi piranti lunak produksi proyek ini (SMS Gateway, Aplikasi dan Website Peta Persampahan) dalam menyediakan informasi tentang pengetahuan & sumber daya untuk pengolahan sampah mandiri oleh masyarakat.
    1. Terbentuknya platform online partisipasi masyarakat yang dinamis dalam isu persampahan yang dapat diakses dari berbagai media (SMS, Android, iOS, situs web).
    2. Terbentuknya Gerakan bersama untuk menyuksesi proyek ini, lengkap dengan perencanaan media, profil hingga media sosialnya.
    3. Diadakannya 5 kali pameran di ruang publik dan 20 kunjungan ke media massa, untuk peningkatan informasi dan sosialisasi gerakan.
  3. Gerakan terbentuk dalam memetakan peran aktif masyarakat memperbaiki kinerja pengelolaan sampah mandiri di lokasi masing-masing dalam kota Bandung.
    1. Terdata 151 kontak yang mewakili 151 kelurahan yang merupakan basis pengelolaan sampah di masing-masing lokasi dan basis gerakan yang terdesentralisasi. Serta aktif menggunakan sistem piranti lunak yang terbangun di proyek ini.
    2. Adanya laporan yang menunjukkan peningkatan pengguna piranti lunak oleh komunitas masyarakat serta agen perubahan.
    3. Adanya forum online dalam portal website yang menjadi media interaksi dukungan peningkatan peran aktif masyarakat dan media penukaran informasi pengelolaan sampah.
  1. Logo dan panduan media proyek dengan nama Bebas Sampah ID.
  2. Terbentuknya platform online partisipasi masyarakat yang dinamis dalam isu persampahan yang dapat diakses dari berbagai media (SMS, Android, iOS, situs web) dalam situs www.bebassampah.id.
  3. Situs www.bebassampah.id sudah diluncurkan secara terbatas (soft-launching) pada 20 Februari 2015, hingga saat ini sudah diakses 3.131 kali (page visitors).
  4. Diadakannya 5 kali pameran di ruang publik dan 20 kunjungan ke media massa, untuk peningkatan informasi dan sosialisasi gerakan.
  5. Nomor untuk portal SMS dan dalam tahap pengembangan sistemnya, dengan nomor: 0822-1000-7474.
  6. Terdata 151 kontak yang mewakili 151 kelurahan yang merupakan basis pengelolaan sampah di masing-masing lokasi dan basis gerakan yang terdesentralisasi, dalam nomor SMS Center.
  7. Pembuatan video edukasi dan kampanye proyek sebanyak 3 seri.
  8. Pembuatan media-media informasi terkait proyek, termasuk media kampanye proyek antara lain: kaos, tempat makan, tempat minum, tas lipat dan poster.


4. Tujuan dan Sasaran

Silahkan anda jelaskan apa yang telah anda berhasil peroleh dengan hibah ini yang berkaitan dengan tujuan yang lebih besar yang anda harapkan dapat anda capai.

Tujuan Pada Proposal

  1. Partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam mengelola dan mengurangi sampah di sumber meningkat, melalui:
    1. Tersedianya informasi tentang pengetahuan & sumber daya untuk pengolahan sampah secara mandiri oleh masyarakat;
    2. Tersedianya wadah penyediaan berbagai informasi pengelolaan sampah mandiri oleh, dari, dan untuk masyarakat; dan
    3. Meningkatnya peran aktif masyarakat dalam mendorong kinerja pengelolaan sampah mandiri di lokasi masing-masing.
  2. Mekanisme akuntabilitas sosial Pemerintah sebagai penanggung jawab sistem persampahan meningkat, melalui:
    1. Tersedianya informasi tentang layanan persampahan yang transparan;
    2. Meningkatnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi dan mendorong kinerja sistem layanan persampahan pemerintah; dan
    3. Tersedianya media yang dapat menyinergiskan, mengawasi, dan memberi input perbaikan layanan persampahan.

Tujuan dan sasaran yang berhasil dicapai hingga saat ini

Berikut tujuan-tujuan antara yang sudah kami capai hingga saat ini:

  1. Portal daring www.bebassampah.id telah ditayangkan ke publik sejak 20 Februari 2015 dan sudah diakses (tayangan laman) sebanyak 3.131 kali hingga saat ini. Peluncuran tersebut masih soft-launching, kami akan melakukan peluncuran besarnya dan konferensi pers publik kembali pada 5 Juni 2015 mendatang.
  2. Portal daring situs tersebut masih dalam tahap pengembangan secara konten, namun laman situsnya sudah lengkap.
  3. Nomor SMS sudah siap dan dalam tahap pengembangan sistemnya, dengan nomor: 0822-1000-7474.

5. Perubahan Lingkup Organisasi/ Lingkungan Sekitar

Tolong jabarkan perubahan perubahan signifikan yang organisasi anda dapatkan yang memiliki dampak pada pekerjaan anda pada periode pelaporan yang anda lakukan untuk saat ini. Masukkan secara deskriptif bagaimana anda menangani perubahan perubahan tersebut dan bagaimana perencanaan anda berubah sebagai hasilnya.

  1. Pencantuman Nama Program Bebas Sampah ID
    Awalnya memang pendaftaran proyek ini atas nama organisasi YPBB saja, setelah proyek berjalan, akhirnya kami membuat ‘payung organisasi’ bersama dalam nama program jangka panjang bernama Bebas Sampah ID (BSID), yang merefleksikan nama situs yang kami buat yakin www.bebassampah.id. BSID tersebut menaungi proyek Peta Persampahan Bandung yang didukung oleh Hibah Cipta Media Seluler ini dan menjadi proyek ujicoba nya di Kota Bandung.
  2. Pendetailan Indikator Proyek
    Selama proses keberjalanan proyek ini, ternyata ada kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dilakukan di awal, termasuk pembuatan situs yang telat dari perencanaan, sehingga ada beberapa indikator yang awalnya kami buat di proposal kurang cocok, sehingga kami membuat indikator yang lebih cocok untuk keadaan dan kondisi proyek saat ini. Indikator tersebut telah kami perlihatkan ke Mentor dan perlu disetujui oleh pihak CMS terlebih dahulu, kami sertakan di dokumen terpisah.
  3. Pembuatan Aplikasi
    Aplikasi yang tadinya kami akan buat pada gawai, akhirnya kami tentukan untuk tidak jadi dibuat, dan anggarannya dimasukkan dalam pengembangan situs. Khususnya dalam pengembangan situs yang ramah terhadap gawai sehingga dapat diakses dengan mudah dan baik pada gawai.
  4. Sewa Alat Global Positioning System (GPS)
    Kami tidak jadi menyewa alat GPS sebagai alat survey saat pengambilan data primer di lapangan. Dana tersebut kami rencanakan dipindah untuk mengoptimalisasi pembuatan media-media informasi kampanye secara cetak.
  5. Perubahan Produk Media Kampanye Seragam Rompi
    Kami tidak jadi membuat seragam rompi untuk surveyor, melainkan diubah menjadi produksi kaos yang lebih bermanfaat.
  6. Produksi Topi
    Diubah menjadi produksi kaos untuk menambah kuantitas kaos yang lebih bermanfaat.
  7. Konferensi Pers
    Awalnya kami rencanakan akan dibuat pada tanggal 20 Februari 2015, namun karena dapat bersamaan dengan kegiatan Pemerintah Kota Bandung saat itu, sehingga biaya dapat dihemat dan hanya terpakai sebagian kecil, sisanya kami akan optimalkan di kegiatan peluncuran besar tanggal 5 Juni 2015.
  8. Pertemuan untuk Pengembangan Kelembagaan
    Kami mengubah slot peserta yang awalnya ditargetkan 15 orang tiap pertemuan kegiatan ini, menjadi 1 paket dikarenakan fokusnya pada agenda di setiap pertemuan untuk mengoptimalisasi pengembangan kelembagaan.
  9. Perubahan Istilah ‘Dewan Persampahan’
    Kami mengubah istilah ‘Dewan Persampahan’ dan bahkan cenderung ingin menghilangkan karena setelah proses proyek yang kami jalankan ini, Pemerintah Kota sangat dinamis dan kemungkinan bisa tersandung di isu regulasi dan kebijakan terkait pemakaian istilah-istilah tertentu. Sehingga kami akan fokus di agenda dan targetnya saja, yakni memastikan proyek ini dapat berlanjut dan didukung oleh Pemerintah Kota melalui kerjasama tertulis nantinya dan pembuatan dokumen final proyek yang akan diserahkan ke mereka.
Tantangan/ masalah organisasi/ pengelolaan yang dihadapi

Isu-isu manajemen atau organisasi apakah yang anda hadapi pada saat anda menuliskan laporan ini (apakah ada perubahan signifikan pada komposisi staf/ dewan atau anggota tim anda. Apakah ada faktor-faktor lain yang dapat membatasi kemampuan organisasi/ komunitas anda untuk mengumpulkan data dan menerjemahkan data data keuangan atau aktivitas yang terkait dengan program dalam tujuan awal). Bila mungkin juga tuliskan dan tekankan kebutuhan yang belum terpenuhi/ teridentifikasi sebelumnya dalam menangani penguatan organisasi/ komunitas anda

Dari awal proyek hingga saat ini, tim inti tidak berubah.

Isu manajemen atau organisasi yang terjadi yakni dalam hal komunikasi proyek antara ‘Board’ dengan Tim Eksekutif.
‘Board’ adalah pejabat proyek yang mempunyai ide dasar proyek yang akhirnya diterjemahkan dalam proposal, lalu Tim Eksekutif merupakan pejabat proyek di tataran teknis dan operasional yang mengimplementasi proyek sesuai proposal. Dalam keberjalanannya, ternyata ada beberapa perubahan proyek dari yang telah dibuat dalam proposal dalam hal kegiatan dan indikator spesifik yang ingin dicapai, dikarenakan dinamika yang terjadi dalam isu proyek yakni persampahan. Dengan pengembangan yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota dan beberapa pemangku kepentingan lain di isu persampahan saat ini di Kota Bandung, proyek ini terus mengikuti perkembangan dan mendukung pencapaian sistem manajemen persampahan sesuai misi proyek.
Saat ini kami sedang dibantu oleh relawan dari program Australian Bussiness Volunteer (ABV) yang membantu di isu pengembangan sistem piranti lunak dalam proyek ini.
Hal ini sangat membantu dan menguatkan tim kami, karena mendapat pembelajaran sistem-sistem dan input dari luar tim. Seharusnya hal tersebut bisa didapatkan dengan Mentor ke depannya, namun mengingat jam kerja Mentor hanya sedikit, sepertinya perlu ada perubahan sistem.

6. Keberagaman

Silahkan ditulis perubahan perubahan yang berpengaruh dalam keberagaman (contohnya apabila anggota komunitas, dewan, atau komposisi staf anda mulai beragam dari sisi jenis kelaminnya, suku, pendidikan, umur, budaya, agama, latar belakang asal lokasinya, bahasanya, dan lain sebagainya) dalam periode pelaporan ini. Apabila organisasi/ komunitas anda mengalami tantangan keberagaman, silahkan tuliskan juga pendapat anda.

  • Tim proyek kami berasal dari 3 organisasi, yakni Greeneration Foundation (Yayasan Greeneration Indonesia), Perkumpulan YPBB dan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (IATL ITB). Kami bertemu di Forum Bandung Juara Bebas Sampah (BJBS) yang merupakan wadah pertemuan antar pemangku kepentingan urusan persampahan di kota Bandung. Walau sebelumnya kami sudah lama kenal, namun baru kali ini membuat kolaborasi dengan 3 organisasi masing-masing dalam suatu proyek jangka panjang.
  • Hingga saat ini tim inti kami yang berasal dari 3 organisasi tersebut, berjumlah 10 orang. Tim tersebut beragam dari jenis kelaminnya, 4 laki-laki, 6 perempuan; demikian pula dari suku, pendidikan, umur, budaya serta agama.
  • Selain itu ada mitra-mitra di luar 3 organisasi ini yang kami libatkan dalam proyek, seperti mitra dalam pengembangan piranti lunak, pembuatan produk serta dalam peran pengambilan data di lapangan, baik mitra mewakili lembaga lain maupun personal.
  • Keberagaman ini pastinya menimbulkan beberapa tantangan seperti perbedaan cara berkomunikasi dan juga ilmu atau pengetahuan tertentu, namun pada dasarnya hal itu menimbulkan pembelajaran bagi kami masing-masing dan juga pengembangan diri maupun proyek secara umum.
  • Hal penting dalam menjaga keberagaman ini dalam dampak yang positif, adalah komunikasi antar anggota tim yang baik dan lancar, yang kami lakukan antara lain Rapat Mingguan baik keseluruhan tim maupun masing-masing divisi serta wadah komunikasi melalui media sosial (surel, whatsapp, sms dan telepon).

7. Laporan keuangan

Silahkan masukkan pranala laporan keuangan anda disini

8. Pengesahan

Saya, sebagai penandatangan, menyatakan bahwa saya adalah individu yang berwenang untuk menyerahkan laporan ini atas nama komunitas/ organisasi saya sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan pada Perjanjian Hibah Cipta Media Bersama yang telah ditandatangani sebelumnya dan seluruh dana yang dibelanjakan telah dibelanjakan sesuai dengan tujuan-tujuan yang tercantum dalam permohonan hibah.

Tertanda: Lokasi dan tanggal:

Bandung, 20 April 2015



Christian Natalie




Selanjutnya: Laporan Tahap II >>