Selamat datang di Situs Wiki Cipta Media Seluler
Didukung oleh:
Cipta media organisasi pendukung.png


Temukan Cipta Media Seluler di Twitter @ciptamedia Facebook: Cipta Media Seluler | Situs web: Cipta Media seluler


Lingkar Suara Buruh Perempuan/Laporan

Dari Wiki Cipta Media Seluler
Langsung ke: navigasi, cari
EnglishBahasa Indonesia


Laporan Narasi Pertanggungjawaban Hibah


Lingkar Suara Buruh Perempuan

ICT Watch

Instruksi untuk mengisi laporan penerimaan hibah

ICT Watch mengharuskan seluruh penerima hibah melaporkan kegiatan mereka dalam bentuk laporan naratif dan laporan keuangan berdasarkan Perjanjian Penerima Hibah Cipta Media Seluler yang telah disepakati kedua belah pihak. Laporan naratif disarankan dalam bentuk lima hingga tujuh halaman.

Laporan dapat dikirimkan melalui surel atau dokumen asli

Penerima hibah : Dian Septi Trisnanti (Radio Komunitas Marsinah FM, Federasi Buruh Lintas Pabrik)
Periode Laporan : 30 Agustus 2014 hingga 01 Maret 2015
Proyek : Lingkar Suara Buruh Perempuan


1. Pembelajaran

Silahkan tuliskan pembelajaran, acara-acara yang anda buat/ alami yang dapat membuat perubahan dalam satu tahun kedepan sebagai hasil dari upaya upaya yang anda buat dibawah hibah yang anda terima, perubahan-perubahan yang anda percaya dapat membatu organisasi/ komunitas anda mencapai tujuan-tujuannya dan/ atau kesulitan dan tantangan yang tidak anda perkirakan yang anda temukan dalam periode pelaporan hibah ini.

  • Pada 7 September 2014, LSBP mengadakan FGD atau Focus Grup Discussion untuk mematangkan program LSBP dan merumuskan tahapan kerja sebagai berikut:
    1. Pembuatan Website akan dimulai pada bulan September 2014 dan selesai pada Oktober 2014. Namun kemudian baru selesai pada bulan November 2014, karena terjadi beberapa kali pendiskusian dan perubahan desain website.
    2. Radio online set up pada bulan September 2014, baru terealisasi pada bulan November 2014. Marsinah FM menyewa server radio online satu paket dengan website, sehingga ketika website mundur dari jadwal, maka radio online juga tertunda.
    3. Pelatihan pengelola grup dibagi dalam tiga kali pelatihan:
      1. 28 September 2014, pelatihan pengelola program berupa pelatihan jurnalistik tentang membuat berita sms, berita audio dan berita video, serta bagaimana mengelola grup diskusi media sosial
      2. 2 November 2014, pelatihan pengelola grup berupa pelatihan jurnalistik foto untuk meningkatkan kapasitas pengelola program dalam mengambil foto bermuatan jurnalistik untuk ditampilkan di website. Dalam pelatihan ini, diambil 4 orang yang dianggap lebih serius karena mengerjakan tugas dari pengajar, yaitu Kurniati, Ari Widiastari, Cipto Widodo, Muh Sanatiyusuf
      3. Pelatihan ketiga rencananya akan dilaksanakan Desember awal namun diundur 28 Februari 2015 karena pindahan lalu terlempar lagi karena banjir di 24 Januari 2015 dan, 9, 10, 11 Februari 2015. Pelatihan ini adalah pelatihan mengelola grup media sosial dengan menghadirkan pengelola grup dan peserta dari luar daerah, yang dihadiri oleh Samarinda, Tangerang dan Sragen. Materi yang disampaikan adalah (1) memahami persoalan buruh perempuan; (2) mengorganisir buruh perempuan melalui grup diskusi media sosial; (3) RTL atau Rencana Tindak Lanjut berupa pembuatan grup diskusi media sosial.
      • Pelatihan dan FGD tersebut menghasilkan
        1. berita SMS atau berita singkat yang dipublikasikan di halaman FB Marsinah FM. Berita SMS atau berita singkat ini diproduksi tanpa menunggu set up SMS centre yang ternyata mundur dari yang sudah dijadwalkan
        2. berita audio yang kemudian dinamai berita Suara Buruh yang berisikan 3 berita dan dijadikan satu paket berita. Namun belum bisa regular seminggu sekali.
        3. Berita video yang mulai terpublikasi pada bulan Januari 2015 meski belum dengan opening dan closing. Berita video dengan opening dan closing baru terbit pada bulan Februari 2015.
        4. Dua grup diskusi media sosial yang baru dimulai pada bulan Maret 2015 dengan dua grup diskusi yaitu satu grup diskusi media sosial di FB (tema umum perburuhan) dan WA (kesehatan buruh). Akan tetapi diskusi masih mengalir dan belum terlalu hidup. Sekarang sedang dalam proses perbaikan.
    4. Set Up SMS Centre pada bulan September 2014, namun kemudian baru terealisasi pada bulan November 2014, karena baru ketemu jadwal untuk pembuatan SMS Centre di bulan November. Dalam pertemuan dengan pembuat SMS Centre, ada masukan supaya SMS Centre hidup dulu sebagai aktivitas komunitas baru kemudian dipublikasikan di website. Saran tersebut diterima.
  • Perubahan sebagai hasil
    1. Pelatihan membawa perubahan berupa peningkatan kapasitas pembuatan berita baik audio, video maupun tulisan/ teks. Sehingga buruh perempuan bisa memproduksi berita sesuai dengan ketertarikannya. Artinya buruh perempuan meningkat kapasitasnya dari bersiaran menjadi membuat berita yang sekaligus merupakan ekspresi langsung terkait peristiwa yang sedang berlangsung.
    2. Pelatihan foto menghasilkan perubahan berupa peningkatan kapasitas dan sedang diwadahi dalam bentuk kolom berita foto di marsinahfm.com dan sekarang sedang dalam persiapan.
    3. Hasil berupa karya itu meningkatkan kepercayaan diri buruh perempuan bahwa buruh perempuan di tengah segala hambatannya bisa menambah pengetahuan dan kapasitas.
  • Perubahan yang bisa membantu organisasi mencapai tujuan
    Kepercayaan diri yang muncul, mendorong buruh perempuan bisa mengerjakan dan berkarya lebih. Dan ini mendorong buruh perempuan bisa mengerjakan dan mewujudkan rangkaian program organisasi atau komunitas.
  • Kesulitan dan tantangan yang tidak anda perkirakan
    1. Banjir
      • menimpa sekretariat Marsinah FM yang baru sebanyak dua kali yaitu 24 Januari 2015 dan 9 , 10, 11 Februari 2015. Kedua banjir itu berselang dua minggu.
      • Banjir ini menimpa setelah kami pindahan dan belum selesai berbenah, mengatur sekretariat dan juga radio.
      • Banjir mendorong kami mendirikan posko banjir di kedua peristiwa banjir tersebut. Apalagi buruh perempuan, termasuk anggota komunitas kami juga menjadi korban banjir. Kami menggalang dana, mengumpulkan bantuan berupa beras dan obat-obatan untuk buruh korban banjir, juga warga korban banjir yang bisa kami jangkau. Akibatnya, program jadi terganggu, apalagi internet mati hingga dua minggu lebih.
      • Tapi program terus diupayakan berjalan melalui tulisan, serta video di tengah komputer hanya satu yang bisa beroperasi dan akhirnya kami upload dengan menggunakan paket internet HP. Video kami sebar via WhatsApp juga untuk mempermudah dan mempercepat penyebaran berita video, agar bantuan segera datang.
      • Akibat banjir, perabotan kami, seperti lemari dan meja rusak. Oleh karena itu, kami membuat meja lipat gantung dua buah. Kami membeli bahannya sendiri berupa kayu, menggerajinya, sekaligus kami membuat semacam bale bale di halaman sekretariat. Meja gantung lipat dan bale-bale akan bermanfaat kala banjir, karena barang-barang bisa dipindahkan di meja dan bale-bale ini tanpa perlu naik ke lantai dua. Beruntung, beberapa mahasiswa live in di tempat kami sehingga kami terbantu.
    2. Persoalan Tekhnis Radio
      • Sejak awal mendirikan radio komunitas, dalam hal tekhnis radio, kami belajar secara otodidak. Ada dua teman yang mempelajarinya tapi tentu saja tidak serta merta menjadikannya ahli. Di tengah banjir, terjadi persoalan tekhnis seperti mixer, microphone yang rusak, komputer yang error akibat ruang studio yang atapnya kena rembesan hujan sehingga selain lembab mungkin computer terkena air rembesan.
      • Akhirnya, kami belajar otodidak memperbaiki radio dan berhasil meski memakan waktu lebih lama karena sambil belajar.
      • Radio online juga error, karena servernya down dan ternyata script di website rusak sehingga harus diperbaiki. Setelah terus komunikasi dengan pembuat web, ahirnya bisa selesai.
    3. Pembuatan web yang memakan waktu tak sesuai target
      • Kami bekerja sama dengan jaringan kami dalam membuat website. Proses memakan waktu lama dalam hal desain website. Kami berkomunikasi rutin dan mengupayakan website bisa sesuai dengan kehendak kami,di tengah pembuat website mungkin juga memiliki kesibukan. Tapi kami terus upayakan komunikasi yang efektif.
      • Awalnya target adalah satu bulan ternyata mencapai tiga bulan. Akibatnya, program lain harus tertunda karena semua berita baik audio, video, tulisan sangat bergantung pada website karena website yang akan mempublikasikan. Pembuatan grup media sosial pun juga jadi tertunda.
    4. SMS Centre yang error
      • SMS centre diset up pada bulan November 2014 dan keesokan harinya ternyata error, entah kenapa virus masuk dan harus kami install ulang.
      • Setelah install ulang, kami menginstal sendiri program SMS Centre di internet dan berhasil
      • Namun, beberapa kali error, yaitu sms masuk di inbox modem bukan di inbox SMS centre sehingga sistem tidak berjalan.
      • Karena kerap error berita dikirimkan via WhatssApp
    5. Pembuatan Grup Diskusi Media Sosial yang mundur
      • Proses pembuatan grup diskusi media sosial terpaksa mundur dari jadwal karena harus menyelesaikan problem tekhnis.
      • Pelatihannya baru dilaksanakan pada 28 Februari 2015, dikarenakan banjir dan penyelesaian problem tekhnis.
      • Untuk pembuatan grup diskusi media sosial, dimulai dengan koordinasi harian antar pengelola diskusi grup, dimulai dari yang di Jakarta. Sebagai percontohan adalah grup diskusi FB dan WA. Target 6 grup belum tercapai, kami memutuskan berkonsentrasi di dua grup diskusi ini sampai bulan Mei 2015.
    6. Koordinator Program Tidak Komunikatif dengan Cipta Media
      • Akibat tidak komunikatif, hambatan atau persoalan yang muncul saat program berjalan justru tidak tertangani segera. Padahal dengan komunikasi, Cipta Media bisa saja memberikan bantuan berupa saran, masukan, kritik, fasilitasi pendidikan/ pelatihan dan lain-lain.
  • Pembelajaran
    1. Berbagai hambatan yang tidak terduga membuat kru Marsinah FM tertatih – tatih dan kesulitan melaksanakan program. Terutama tekhnis radio dan bencana banjir.
    2. Hambatan tersebut mestinya bisa terselesaikan bila Koordinator Program segera berkomunikasi dengan Cipta Media untuk meminta saran, masukan atau bantuan dalam mengatasi kesulitan – kesulitan ini.
    3. Meski demikian, upaya mengatasi kesulitan secara bersama- sama terus diupayakan. Termasuk menjaga semangat kru Marsinah FM untuk terus maju melaksanakan program sebaik – baiknya meski ada kekurangan di sana – sini.

2. Aktivitas/ Isu yang Anda usung dan mencoba atasi

Berikut adalah aktivitas dan isu-isu yang anda masukkan pada permohonan hibah anda

  • 4000 Buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota yang minim informasi tentang hak seputar kesejahteraan yakni soal upah layak, hak lembur yang dibayarkan, sistem kontrak/outsourcing, hak cuti hamil dan melahirkan, penangguhan upah.
  • 4000 Buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota yang minim informasi tentang hak seputar kesetaraan yakni hak bebas dari kekerasan seksual, pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga beserta aspek hukumnya
  • 4000 buruh perempuan di Indonesia terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) yang minim informasi tentang hak seputar lingkungan, yakni tentang hak mendapatkan akses air bersih di tempat kerja, minum air bersih, tempat tinggal sehat, dampak lingkungan terhadap kesehatan reproduksi.
  • 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) yang belum kuat saling memberi solidaritas dan dukungan ketika menghadapi persoalan sebagai buruh perempuan di tempat kerja, keluarga, masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, berbagai aktivitas yang dilakukan adalah
  • Pembentukan grup–grup diskusi WA dan FB

Grup–grup diskusi WA dan FB ini dibentuk sesuai tema diskusi dengan jadwal yang pasti. Dalam grup ini, peserta grup akan berbagi persoalan yang dihadapi, kesulitan-kesulitannya, dan berbagi pengalaman dalam mengatasi persoalan. Grup WA ini memunculkan ikatan solidaritas dan dukungan sesama buruh perempuan untuk saling membantu.

  • Pembentukan SMS Centre
Pembentukan SMS Centre berfungsi untuk:
  1. Mendistribusikan informasi dan pengetahuan terkait hak buruh perempuan atas kesejahteraan, kesetaraan dan lingkungan;
  2. Menginformasikan situasi yang sedang dihadapi;
  3. Menceritakan pengalaman menyelesaikan persoalan sebagai masukan terhadap persoalan sesama buruh perempuan.
  • Ekspresi Langsung Melalui Rekaman Audio

Buruh Perempuan merekam laporannya terkait situasi yang sedang dihadapi dan dikirim ke Marsinah FM untuk disiarkan secara daring (online). Salah satu bentuk ekspresi langsung ini merupakan bagian keterlibatan buruh perempuan untuk berbagi tentang persoalannya maupun pengalaman menyelesaikan persoalan. Ekspresi ini sekaligus untuk memunculkan kepercayaan diri untuk berbicara bukan hanya tentang persoalannya tapi ajakan, dukungan bagi sesamanya yang mengalami persoalan sama.

  • Ekspresi Langsung Melalui Rekaman Video

Selain rekaman audio, bentuk lainnya adalah rekaman video dengan konten yang sama, yakni tentang persoalan, dukungan, ajakan, solidaritas untuk selesaikan persoalan buruh perempuan. Rekaman Video ini akan ditayangkan di Youtube dan situs web (website).

  • FGD untuk Pengelola Program

FGD proyek Lingkar Suara Buruh Perempuan untuk pengelola program.

  • Pelatihan–Pelatihan

Terdapat dua jenis pelatihan, yakni pelatihan untuk anggota grup dan kru Marsinah FM.
a. Pelatihan untuk kru Marsinah FM
b. Pelatihan untuk anggota grup

  • Konferensi Perwakilan 5 kota

Komunikasi media sosial melalui grup WA membutuhkan pertemuan tatap muka untuk mengeratkan ikatan solidaritas sekaligus untuk memajukan kualitas diskusi di grup–grup WA, FB, pusat informasi SMS centre, audio dan video. Konferensi ini juga merupakan bentuk penajaman diskusi yang sudah berlangsung sebelumnya sebagai pijakan untuk lebih maju lagi diskusi di media sosial, SMS, audio di radio daring (online) dan video di Youtube.

  • Petisi Daring (Online)

Penggalangan tanda tangan dan dukungan untuk kasus atau persoalan buruh perempuan yang melibatkan buruh perempuan, melalui petisi daring (online). Petisi online adalah alat untuk menggalang solidaritas sesama buruh perempuan di berbagai kota di Indonesia.

Aktivitas dan isu yang anda atasi

  • Pembentukan grup–grup diskusi WA dan FB
    Sejauh ini, grup diskusi yang terbentuk baru dua, yaitu
    1. grup WA berjudul Pojok Sehat Buruh yang mendiskusikan tentang berbagai persoalan buruh terkait kesehatan, dari cuti hamil, melahirkan, ijin sakit, pensiun, PHK karena sakit dll. Dikelola oleh Dian Septi di nomor WA. Bagi yang mau ikut bergabung bisa hubungi no Marsinah FM
    2. Grup FB berjudul Curhat Buruh yang mendiskusikan beragam persoalan buruh. Admin adalah Atly Serita, yang mau bergabung bisa hubungi Atly Serita di 085773021615
    Pembentukan SMS Centre
    Sejauh ini, SMS Centre belum efektif karena sering error,dimana sms justru masuk ke inbox modem bukan ke inbox sms centre sehingga sistem tidak berfungsi. Terakhir , pembuat setting SMS Centre datang dan sudah memperbaiki di bulan Maret 2015, namun setelahnya kadang masih error.Error sebelumnya adalah di bulan November, yang mana terkena virus setelah diinstall. Sehingga, sejak itu pengiriman informasi dan berita dikirim via WhatssApp dan dishare di halaman FB Marsinah FM.
    Program SMS centre masih diupayakan kembali untuk berjalan. Meski informasi sudah dikirim via WA dan dipublikasikan di page FB.
    Kini, di bulan April 2015, SMS Centre sudah tidak error, dan akan diupayakan berfungsi sebagai tempat pengaduan dan berkirim berita dengan rencana sebagai berikut:
    1. Membuat publikasi pengaduan kasus dengan kode lapor (spasi) isi SMS dan dikirim ke no sms centre 085711833000 dan mengirim berita dengan kode info (spasi) isi SMS dan dikirim ke no sms centre
    2. FBLP dan Marsinah FM sebelumnya mempunyai program Lingkar – lingkar belajar berupa diskusi hunian di tempat – tempat tinggal buruh untuk saling curhat (tatap muka) setiap hari sepulang kerja. Ajang ini akan digunakan untuk mensosialisasikan cara mengadu kasus dan mendapatkan berita sms dengan mendaftarkan nomor hpnya menjadi anggota grup SMS Centre.
    Ekspresi Langsung Melalui Rekaman Audio

Buruh Perempuan merekam laporannya terkait situasi yang sedang dihadapi dan dikirim ke Marsinah FM untuk disiarkan secara daring (online).Salah satu bentuk ekspresi langsung ini merupakan bagian keterlibatan buruh perempuan untuk berbagi tentang persoalannya maupun pengalaman menyelesaikan persoalan. Ekspresi ini sekaligus untuk memunculkan kepercayaan diri untuk berbicara bukan hanya tentang persoalannya tapi ajakan, dukungan bagi sesamanya yang mengalami persoalan sama. Ekspresi langsung ini berupa wawancara buruh perempuan tentang persoalan buruh dan perempuan, kelestarian alam dsb. Hasil audio kemudian diedit menjadi program Suara Buruh, diputar di radio dan ditayangkan di souncloud, https://soundcloud.com/you/sets dan website marsinahfm.com.

  • Ekspresi Langsung Melalui Rekaman Video
    Ekspresi langsung ini berupa wawancara buruh perempuan tentang persoalan buruh dan perempuan, kelestarian alam dsb. Atau melaporkan peristiwa yang ada di sekitarnya baik dalam bentuk wawancara atau tanpa wawancara. Hasil video kemudian diedit menjadi program Lensa Buruh Marsinah, diupload di youtube https://www.youtube.com/channel/UCivFKah0BgGuQpWPK31zpBw dan tampil di website marsinahfm.com
    FGD untuk Pengelola Program
    Pada 7 September 2014, LSBP mengadakan FGD atau Focus Grup Discussion untuk mematangkan program LSBP dan merumuskan tahapan kerja
    Pelatihan–Pelatihan
    Terdapat dua jenis pelatihan, yakni pelatihan untuk anggota grup dan kru Marsinah FM.
    1. Pelatihan untuk kru Marsinah FM atau pengelola program dibagi dalam tiga kali pelatihan:
      • 28 September 2014, pelatihan pengelola program berupa pelatihan jurnalistik tentang membuat berita sms, berita audio dan berita video, serta bagaimana mengelola grup diskusi media sosial
      • 2 November 2014, pelatihan pengelola grup berupa pelatihan jurnalistik foto untuk meningkatkan kapasitas pengelola program dalam mengambil foto bermuatan jurnalistik untuk ditampilkan di website.
      • 28 Februari 2015, pelatihan mengelola grup media sosial dengan menghadirkan pengelola grup dan peserta dari luar daerah, yang dihadiri oleh Samarinda, Tangerang dan Sragen. Materi yang disampaikan adalah (1) memahami persoalan buruh perempuan; (2) mengorganisir buruh perempuan melalui grup diskusi media sosial; (3) RTL atau Rencana Tindak Lanjut berupa pembuatan grup diskusi media sosial.
    2. Pelatihan untuk anggota grup
      Belum dilaksanakan karena pembentukan grup media sosial pelaksanaannya mundur sehingga harus ditunda.
    Konferensi Perwakilan 5 kota
    Belum dilaksanakan karena komunikasi grup WA belum terbentuk, dan akhirnya tertunda proses ini. Namun Konferensi Perempuan Pekerja Jabotabek sudah dilaksanakan berbasiskan pada jaringan yang sudah dimiliki sebelumnya, diselenggarakan pada 21 Desember 2014, dihadiri oleh individu- individu dari berbagai serikat seperti FSP2KI, SPASI, SPN, FSBI, dan individu – individu buruh yang belum berserikat. Salah satu keputusannya adalah membentuk grup diskusi media sosial namun belum berjalan.
    Petisi Daring (Online)
    Petisi online belum terlaksana, namun ada pembicaraan untuk membuat petisi online Menuntut pemerintah membentuk Posko Pembelaan Buruh Perempuan di kawasan industri, terutama di KBN Cakung karena banyaknya pelanggaran yang terjadi di KBN Cakung, seperti upah di bawah ketentuan, penyimpangan kontrak dan pelecehan seksual di tempat kerja.


3. Indikator sukses anda dalam permohonan hibah

Untuk mengukur keberhasilan program maka dirumuskan hasil dan indikator sebagai berikut: Hasil yang diharapkan:

  1. Terbentuknya SMS Centre Marsinah FM Menjawab
  2. Bertambahnya pengunjung channel “Lensa Buruh Perempuan” di Youtube, setiap video dilihat 50 kali dalam setahun.
  3. Terbentuk 12 Grup WA dan FB, dengan minimal tiap grup terdiri atas 25 orang. Grup tersebut dibangun berdasarkan 4 tema yaitu (1) Perempuan dan Kesejahteraan; (2) Perempuan, Lingkungan dan Alam; (3) Kesetaraan dalam hidup sehari-hari; (4) Kekerasan Seksual di Tempat Kerja. Tiap Tema, dibentuk 3 grup WA.
  4. 260 rekaman audio tentang informasi seputar (1) kesejahteraan (upah layak, hak lembur yang dibayarkan, sistem kontrak/outsourcing, hak cuti hamil dan melahirkan, penangguhan upah); (2) Kesetaraan (hak bebas dari kekerasan seksual, pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga beserta aspek hukumnya); (3) Lingkungan (hak mendapatkan akses air bersih di tempat kerja dan tempat tinggal, tempat tinggal sehat, dampak kerusakan lingkungan terhadap kesehatan reproduksi)
  5. 20 rekaman audio karya buruh perempuan tentang Sosok Buruh Perempuan yang berani berjuang untuk upah layak, cuti hamil dan melahirkan, melawan penangguhan upah, sistem kontrak/outsourcing, melawan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), pelecehan seksual dan kekerasan seksual, berjuang mendapatkan air bersih di tempat kerja, akses air bersih di tempat tinggal, lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat.
  6. 1 rekaman audio kumpulan pengalaman juang buruh perempuan dalam bentuk berita feature untuk memberikan informasi tentang pengalaman tiap buruh perempuan dalam mengatasi persoalannya.
  7. 260 rekaman video berupa laporan terkait situasi buruh perempuan di 5 kota seputar kondisi upah, penangguhan upah, sistem kontrak, KDRT, kekerasan seksual, pelecehan seksual, lingkungan tidak sehat, akses air bersih yang minim di tempat kerja dan tempat tinggal.
  8. 2 teks SMS (via SMS Centre) per hari kepada 100 buruh berisi informasi seputar hak–hak buruh perempuan (upah layak, upah lembur, hak cuti hamil dan melahirkan, KDRT, pelacehan seksual, kekerasan seksual, lingkungan tidak sehat, akses air bersih yang minim di tempat kerja dan di tempat tinggal)
  9. Meningkatnya jumlah pendengar radio Marsinah FM menjadi 50 orang tiap siaran di 4 bulan pertama siaran online, 100 orang di 4 bulan ke dua bersiaran online, dan 150 pendengar di 4 bulan ke tiga bersiaran online.
  10. 1 Petisi online untuk menggalang solidaritas dan dukungan terhadap persoalan yang sedang dihadapi buruh perempuan, seperti kasus penangguhan upah dan lembur tidak dibayar yang marak menimpa buruh perempuan.

Indikator keberhasilan:

  1. Terselenggaranya konferensi perwakilan 5 kota sebagai bagian dari proses grup di WA dan FB.
  2. Terbentuk 3 koresponden Marsinah FM (teks, audio video) di setiap 5 kota yang mengirimkan rekaman (teks, audio, video) berisi informasi di kotanya seputar kesejahteraan (Upah layak, penangguhan upah, cuti hamil dan melahirkan, sistem kontrak/outsourcing); kesetaraan (KDRT, pelecehan seksual, kekerasan seksual), lingkungan (akses air bersih di tempat kerja dan tempat tinggal, lingkungan sehat)
  3. Terbentuk 1 CD/DVD kumpulan pengalaman buruh perempuan yang pernah berjuang melawan upah murah, penangguhan upah, sistem kontrak, memperoleh cuti hamil dan melahirkan, melawan KDRT, pelecehan seksual dan kekerasan seksual, memperoleh akses air besih di tempat kerja dan tempat tinggal . CD ini digandakan menjadi 500 keping dan didistribusikan ke 500 buruh di 5 kota.
  4. 1 CD/DVD kumpulan rekaman audio 20 sosok buruh perempuan yang berani melawan dan digandakan sebanyak 500 keping untuk 500 buruh di 5 kota.
  5. 5000 tanda tangan dukungan di petisi online mendukung dan bersolidaritas atas kasus yang menimpa buruh perempuan.

Hasil aktual hingga laporan ini dibuat

Hasil yang diharapkan:

  1. Terbentuknya SMS Centre Marsinah FM Menjawab
    Sudah terbentuk tapi belum efektif karena persoalan tekhnis
  2. Bertambahnya pengunjung channel “Lensa Buruh Perempuan” di Youtube, setiap video dilihat 50 kali dalam setahun.
    Sejauh ini, jumlah penyuka paling banyak untuk Lensa Buruh Marsinah adalah video tentang situasi banjir di KBN Cakung, sebanyak 286 kali.
  3. Terbentuk 12 Grup WA dan FB, dengan minimal tiap grup terdiri atas 25 orang. Grup tersebut dibangun berdasarkan 4 tema yaitu (1) Perempuan dan Kesejahteraan; (2) Perempuan, Lingkungan dan Alam; (3) Kesetaraan dalam hidup sehari-hari; (4) Kekerasan Seksual di Tempat Kerja. Tiap Tema, dibentuk 3 grup WA.
    Belum tercapai karena program ini mundur dari jadwal, dengan kesulitan dan hambatan yang sudah dijelaskan di atas.
  4. 260 rekaman audio tentang informasi seputar (1) kesejahteraan (upah layak, hak lembur yang dibayarkan, sistem kontrak/outsourcing, hak cuti hamil dan melahirkan, penangguhan upah); (2) Kesetaraan (hak bebas dari kekerasan seksual, pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga beserta aspek hukumnya); (3) Lingkungan (hak mendapatkan akses air bersih di tempat kerja dan tempat tinggal, tempat tinggal sehat, dampak kerusakan lingkungan terhadap kesehatan reproduksi)
    Baru ada 10 paket berita Suara Buruh, setiap paket berita terdiri dari 3 berita, artinya baru 30 berita audio yang diproduksi
  5. 20 rekaman audio karya buruh perempuan tentang Sosok Buruh Perempuan yang berani berjuang untuk upah layak, cuti hamil dan melahirkan, melawan penangguhan upah, sistem kontrak/outsourcing, melawan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), pelecehan seksual dan kekerasan seksual, berjuang mendapatkan air bersih di tempat kerja, akses air bersih di tempat tinggal, lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat.
    Belum terlaksana, namun aktivitas wawancara buruh perempuan sedang berlangsung
  6. 1 rekaman audio kumpulan pengalaman juang buruh perempuan dalam bentuk berita feature untuk memberikan informasi tentang pengalaman tiap buruh perempuan dalam mengatasi persoalannya.
    Belum terlaksana
  7. 260 rekaman video berupa laporan terkait situasi buruh perempuan di 5 kota seputar kondisi upah, penangguhan upah, sistem kontrak, KDRT, kekerasan seksual, pelecehan seksual, lingkungan tidak sehat, akses air bersih yang minim di tempat kerja dan tempat tinggal.
    Belum terlaksana
  8. 2 teks SMS (via SMS Centre) per hari kepada 100 buruh berisi informasi seputar hak–hak buruh perempuan (upah layak, upah lembur, hak cuti hamil dan melahirkan, KDRT, pelacehan seksual, kekerasan seksual, lingkungan tidak sehat, akses air bersih yang minim di tempat kerja dan di tempat tinggal)
    Belum berjalan, karena set up sms centre baru selesai perbaikan di bulan Maret. Sebelumnya error dan akhirnya mengirim berita via WhattsApp dan dipublikasikan di FB namun belum dihitung jumlah berita rata-rata per harinya. Berikut alamat halaman FB
  9. Meningkatnya jumlah pendengar radio Marsinah FM menjadi 50 orang tiap siaran di 4 bulan pertama siaran online, 100 orang di 4 bulan ke dua bersiaran online, dan 150 pendengar di 4 bulan ke tiga bersiaran online.
    Belum bisa berjalan karena radio online yang error dan baru bulan April setelah banjir selesai perbaikan. Sebelumnya berjalan lancar, kemudian error dan kini lancar lagi. Sehingga menghambat penambahan jumlah pendengar.
  10. 1 Petisi online untuk menggalang solidaritas dan dukungan terhadap persoalan yang sedang dihadapi buruh perempuan, seperti kasus penangguhan upah dan lembur tidak dibayar yang marak menimpa buruh perempuan.
    Belum bisa berjalan karena radio online yang error dan baru bulan April setelah banjir selesai perbaikan. Sebelumnya berjalan lancar, kemudian error dan kini lancar lagi. Sehingga menghambat penambahan jumlah pendengar.

Indikator keberhasilan:

  1. Terselenggaranya konferensi perwakilan 5 kota sebagai bagian dari proses grup di WA dan FB.
    Belum terselenggara, namun sudah berlangsung satu kali konferensi perempuan pekerja berbasiskan jaringan awal dan menghasilkan kesepakatan untuk membentuk grup diskusi media sosial Cuma belum berjalan.
  2. Terbentuk 3 koresponden Marsinah FM (teks, audio video) di setiap 5 kota yang mengirimkan rekaman (teks, audio, video) berisi informasi di kotanya seputar kesejahteraan (Upah layak, penangguhan upah, cuti hamil dan melahirkan, sistem kontrak/outsourcing); kesetaraan (KDRT, pelecehan seksual, kekerasan seksual), lingkungan (akses air bersih di tempat kerja dan tempat tinggal, lingkungan sehat)
    Belum tercpai. Radio online yang belum berjalan, proses web yang lambat dan problem lainnya akhirnya membuat proses merekrut 3 koresponden Marsinah FM juga terhambat.
  3. Terbentuk 1 CD/DVD kumpulan pengalaman buruh perempuan yang pernah berjuang melawan upah murah, penangguhan upah, sistem kontrak, memperoleh cuti hamil dan melahirkan, melawan KDRT, pelecehan seksual dan kekerasan seksual, memperoleh akses air besih di tempat kerja dan tempat tinggal . CD ini digandakan menjadi 500 keping dan didistribusikan ke 500 buruh di 5 kota.
    Belum tercapai
  4. 1 CD/DVD kumpulan rekaman audio 20 sosok buruh perempuan yang berani melawan dan digandakan sebanyak 500 keping untuk 500 buruh di 5 kota.
    Belum tercapai
  5. 5000 tanda tangan dukungan di petisi online mendukung dan bersolidaritas atas kasus yang menimpa buruh perempuan.
    Belum tercapai


4. Tujuan dan Sasaran

Silahkan anda jelaskan apa yang telah anda berhasil peroleh dengan hibah ini yang berkaitan dengan tujuan yang lebih besar yang anda harapkan dapat anda capai.

Tujuan pada proposal
a. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) mendapatkan informasi tentang hak seputar kesejahteraan, yakni upah layak, hak lembur yang dibayarkan, sistem kontrak/outsourcing, hak cuti hamil dan melahirkan, penangguhan upah.
b. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) mendapatkan informasi tentang hak seputar kesetaraan, yakni tentang upah layak dan setara, bebas dari kekerasan seksual dan pelecehan seksual, penanganan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) beserta aspek hukumnya.
c. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) mendapatkan informasi tentang hak seputar lingkungan, yakni tentang hak mendapatkan akses air bersih di tempat kerja, minum air bersih, tempat tinggal sehat, dampak lingkungan terhadap kesehatan reproduksi.
d. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) mendapatkan informasi tentang berbagai sosok buruh perempuan yang berani berjuang untuk upah layak, melawan penangguhan upah, KDRT, kekerasan seksual dan pelecehan seksual, akses air bersih di tempat kerja dan tempat tinggal, lingkungan sehat.
e. 4000 buruh perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota (Jakarta, Tangerang, Surakarta, Semarang, Sidoarjo dan sekitarnya) saling memberi solidaritas dan dukungan ketika menghadapi persoalan sebagai buruh perempuan, di tempat kerja, keluarga, masyarakat.
Sasaran pada proposal

Buruh Perempuan di Indonesia, terutama di 5 kota yakni (1) Jakarta dan sekitarnya ; (2) Tangerang dan sekitarnya; (3) Surakarta dan sekitarnya; (4) Semarang dan sekitarnya; (5) Sidoarjo dan sekitarnya

Tujuan dan sasaran yang berhasil dicapai hingga saat ini

Tujuan dan sasaran yang baru dicapai masih sebatas Jakarta, artinya belum ada perluasan dari sasaran sebelumnya

5. Perubahan Lingkup Organisasi/ Lingkungan Sekitar

Tolong jabarkan perubahan perubahan signifikan yang organisasi anda dapatkan yang memiliki dampak pada pekerjaan anda pada periode pelaporan yang anda lakukan untuk saat ini. Masukkan secara deskriptif bagaimana anda menangani perubahan perubahan tersebut dan bagaimana perencanaan anda berubah sebagai hasilnya.

Dengan adanya program LSBP berupa pembuatan berita/ekspresi langsung video, audio, teks sms atau tulisan narasi buruh perempuan membuat kepercayaan diri di buruh perempuan bahwa buruh perempuan sanggup berkarya. Namun, untuk program grup diskusi media sosial belum terlaksana dengan beragam hambatannya.

Tantangan/ masalah organisasi/ pengelolaan yang dihadapi

Isu-isu manajemen atau organisasi apakah yang anda hadapi pada saat anda menuliskan laporan ini (apakah ada perubahan signifikan pada komposisi staf/ dewan atau anggota tim anda. Apakah ada faktor-faktor lain yang dapat membatasi kemampuan organisasi/ komunitas anda untuk mengumpulkan data dan menerjemahkan data data keuangan atau aktivitas yang terkait dengan program dalam tujuan awal). Bila mungkin juga tuliskan dan tekankan kebutuhan yang belum terpenuhi/ teridentifikasi sebelumnya dalam menangani penguatan organisasi/ komunitas anda

Tantangannya tentu terletak pada problem buruh perempuan di rumah maupun di tempat kerja yang membuat buruh perempuan sulit mengembangkan diri, berorganisasi. Hambatan muncul dari suami atau pasangan, keluarga. Sejauh ini, persoalan ini diselesaikan melalui curhat, konsultasi pribadi dan advokasi. Dengan adanya program ini kami mengajak buruh perempuan selain bekerja di rumah dan di pabrik adalah berkarya dengan video, audio dan menulis. Yang artinya, buruh perempuan diajak untuk mengatasi hambatan dan memanajemen waktunya yang terbatas. Sekaligus mengajak berbagi kerja rumah tangga dengan suami, menolak lembur sehingga ada waktu luang untuk berkarya dan berorganisasi. (ini adalah hambatan internal buruh perempuan)

Hambatan eksternal tentu saja ada problem banjir, problem tekhnis radio yang kemudian menambah tantangan memberdayakan buruh perempuan melalui LSBP. Tapi hambatan internal maupun eksteral ini coba diatasi dengan terus menyolidkan dan menyemangati kru Marsinah FM bahwa hambatan – hambatan ini bisa diatasi baik dengan pelatihan, diskusi – diskusi hunian, curhat – curhat maupun konsultasi yang sudah merupakan bagian dari aktivitas keserikatburuhan.

Hambatan- hambatan maupun tantangan – tantangan di atas mempengaruhi kemampuan tim dalam melaporkan laporan aktivitas dan laporan keuangan. Dan kini terus diatasi, termasuk merubah pola komunikasi Koordinator Program dengan pihak Cipta Media.


6. Keberagaman

Silahkan ditulis perubahan perubahan yang berpengaruh dalam keberagaman (contohnya apabila anggota komunitas, dewan, atau komposisi staf anda mulai beragam dari sisi jenis kelaminnya, suku, pendidikan, umur, budaya, agama, latar belakang asal lokasinya, bahasanya, dan lain sebagainya) dalam periode pelaporan ini. Apabila organisasi/ komunitas anda mengalami tantangan keberagaman, silahkan tuliskan juga pendapat anda.

Sejak awal pendirian FBLP maupun radio komunitas Marsinah FM, komposisi anggota atau pengurus berasal dari daerah atau suku yang berbeda, ada Sumatera Utara, Sulawesi, Jawa. Begitu pun dengan agama, terdapat penganut agama Khatolik, Kristen dan Islam. Anggota dan pengurus serikat pun memiliki keberagaman orientasi seksual (LBT/ Lesbian, Biseksual, Transgender). Kami mengakomodir hak LBT dengan mengadakan diskusi, membentuk komunitas Pelangi Mahardhika, bekerja sama dengan Perempuan Mahardhika. Di internal FBLP maupun Marsinah FM, belum semuanya setuju dengan kehadiran LBT tapi kami terbuka mengadakan diskusi, memberikan pengertian bahwa buruh adalah entitas manusia yang memiliki agama, suku, ras, juga orientasi seksual. Bilapun tidak bersepakat dengan orientasi seksual tapi manusia apapun orientasi seksualnya harus dihormati, dihargai dan masih punya hak yang sama dengan yang hetero seksual. Sehingga, anggota diajarkan untuk tetap menghargai hak LBT sebagai manusia.


7. Laporan keuangan

Silahkan masukkan pranala laporan keuangan anda disini

8. Pengesahan

Saya, sebagai penandatangan, menyatakan bahwa saya adalah individu yang berwenang untuk menyerahkan laporan ini atas nama komunitas/ organisasi saya sesuai dengan persyaratan yang dicantumkan pada Perjanjian Hibah Cipta Media Bersama yang telah ditandatangani sebelumnya dan seluruh dana yang dibelanjakan telah dibelanjakan sesuai dengan tujuan-tujuan yang tercantum dalam permohonan hibah.

Tertanda: Lokasi dan tanggal:

Jakarta, 10 April 2015



Dian Septi Trisnanti




Selanjutnya: Laporan Tahap II >>